Selasa, 04 Oktober 2011

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keunganan
Laporan keuangan merupakan sarana pengomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar perusahaan, beberapa informasi hanya dapat di sajikan melalui pelaporan keuangan, bukan melalui laporan keuangan formal.
Akuntansi Keuangan adalah sebuah proses yang berakhir pada pembuatan laporan keuangan menyangkut keuangan perusahaan, secara keseluruhan untuk di gunakan baik oleh pihak-pihak internal maupun pihak eksternal. Dalam hal ini upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat IASB melakukan harmonisasi Standar Akuntansi Internasional Khususnya IFRS yang di buat oleh IASB dan FASB (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).
sebaliknya, Akuntansi Manajerial adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan, dan pengomunikasian informasi keuangan yang di butuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengendalikan dan mengevalusi operasi sebuah organisasi.
Oleh karena itu IFRS di anggap sebagai “prinsip-prinsip berdasarkan” set standar menetapkan peraturan yang luas serta mendikte perawatan khusus.
Laporan keuangan yang sering di sajikan sebagai berikut :
  • Neraca
  • Laporan laba-rugi
  • Laporan arus kas
  • Laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham
Tujuan laporan keuangan
Sebuah pernyataan keuangan harus mencerminkan pandangan yang benar dan adil dari urusan bisnis organisasi. Seperti pernyataan ini digunakan oleh berbagai konstituen masyarakat regulator /, mereka perlu mencerminkan pandangan yang benar tentang posisi keuangan organisasi. dan sangat membantu untuk memeriksa posisi keuangan bisnis untuk jangka waktu tertentu.

Tujuan Pelaporan Keuangan
Dalam membentuk suatu pondasi perusahaan perlu di lihat dari akuntansi dan pelaporan keuangan untuk memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
  • Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan (comparable) sepanjang periode yang disajikan.
  • Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
  • Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Dalam utama pada pembuatan dua jenis informasi keuangan :
    • Laporan keuangan dasar
    • Pengungkapan yang berhubungan .

RUANG LINGKUP STANDAR AKUNTANSI
Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertama kalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan keuangan perusahaan yang pertama kalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

KONSEP POKOK
Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporan keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006).
Tanggal transisi (transition date) adlah tanggal neraca awal untuk laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari 2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006).

Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut:
  • Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi
  • Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai terpilih
  • Employee benefits
  • Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing, muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar
  • Instrument keuangan termasuk akuntansi lindung nilai (hedging)







0 komentar:

Poskan Komentar